Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di dunia. Carlos Slim, pengusaha telekomunikasi asal Meksiko, kembali menjadi orang terkaya di dunia selama dua tahun berturut-turut. Kekayaan Slim tahun lalu naik sepertiga kali lipat.
Slim mengalahkan pendiri Microsoft Bill Gates dalam hal kekayaan. Selama setahun terakhir, kekayaan Slim meningkat 20,5 miliar dolar AS ke 74 miliar dolar AS. Sementara Gates di level 56 miliar dolar AS.

Dalam daftar orang terkaya kali ini, ada 1.210 orang yang masuk. Sebanyak 200 orang menjadi pendatang baru. Ada enam miliuner yang jadi kaya gara-gara Facebook, termasuk pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan Sean Parker. Begitu juga Peter Thiel, Yuri Milner, dan Eduardo Saverin serta Dustin Moskovitz, yang menjadi orang terkaya termuda di usia 26 tahun.

Sementara orang terkaya yang hartanya merosot tahun ini adalah pendiri Ikea, supermarket perabotan di Eropa, Ingvar Kamprad. Kekayaan Kamprad merosot dari 17 miliar dolar AS menjadi enam miliar dolar AS. Dia terpuruk dari urutan 11 ke urutan 162.
Amerika menjadi benua yang menyumbang orang kaya terbanyak, yaitu 413 orang. Sementara Asia untuk pertama kalinya dalam satu dekade mengalahkan Eropa dalam hal orang terkaya dengan 332 orang.
Cina dan Rusia masing-masing memiliki 115 dan 101 miliuner. Sementara kota miliuner adalah Moskow. Di kota ini, bermukim 79 miliuner.

Berikut daftar orang terkaya di dunia versi Forbes:

  1. Carlos Slim (Meksiko) – Rp 649,7 triliun, telekomunikasi. Slim, 71, pertama menunjukkan bakat bisnisnya di usia 10 tahun dengan menjual minuman dan makanan ringan untuk keluarganya. Setelah belajar teknik, ia mendirikan sebuah perusahaan real estate dan bekerja sebagai pedagang di bursa saham Meksiko. Slim dikenal dengan “sentuhan Midas” dalam mengakuisisi perusahaan bermasalah dan mengubahnya menjadi penghasil uang.  Kekayaan besarnya kontras dengan gaya hidup hematnya. Dia telah tinggal di rumah yang sama selama sekitar 40 tahun dan mengendarai sebuah Mercedes Benz tua, meskipun dilapisi baja dan dikawal. Dia telah terlibat dalam memerangi kemiskinan, buta huruf dan kesehatan buruk di Amerika Latin dan mempromosikan proyek-proyek olahraga bagi masyarakat miskin, tetapi tidak pernah menyatakan berencana untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk amal.
  2. Bill Gates (USA) – Rp 491,7 triliun, Microsoft. Merasakan awal dari revolusi komputer pribadi, Gates, 55, keluar dari Harvard University pada tahun 1975 untuk memulai Microsoft dan mengejar visi komputer di setiap meja dan di setiap rumah. Microsoft go public pada tahun 1986 dan setahun kemudian sahamnya melonjak membuat Gates, pada usia 31, menjadi miliarder. Pada tahun 2008 ia mengundurkan diri dari perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia itu untuk bekerja di The Bill and Melinda Gates Foundation. Dia telah memberikan Rp 245,8 triliun kekayaannya untuk yayasan itu. Bersama istrinya Melinda dan Warren Buffett, dia juga meyakinkan 57 miliuner AS untuk meneken Janji Memberi dan secara publik berjanji memberikan setidaknya 50 persen dari kekayaan mereka selama hidup mereka atau pada saat kematian mereka.
  3. Warren Buffett (USA) – Rp 439 triliun, Berkshire Hathaway. Buffett, 80, telah menjalankan konglomerasinya yang berpusat di Omaha, Nebraska, sejak tahun 1965. Bisnisnya dari kereta api hingga es krim. Pada tahun 2006 ia berjanji untuk memberikan 99 persen kekayaannya ke Bill dan Melinda Gates Foundation dan amal keluarga. Sejauh ini dia telah memberikan US$ 8 miliar (Rp 70,2 triliun) ke Yayasan Gates.
  4. Bernard Arnault (Prancis) – Rp 360 triliun, LVMH. Arnault, 62, teman dari Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dididik di Ecole Polytechnique dan bergabung dengan perusahaan konstruksi ayahnya di usia 25. Dia memperoleh reputasi pemburu perusahaan yang kejam setelah mendorong keluar saingan pemegang saham ketika ia mulai membangun grup LVMH pada 1990-an dengan merek Louis Vuitton, Moet dan Hennessy. Saat ini grup itu menjadi grup pembuat barang mewah terbesar di dunia. Imejnya sebagai predator menghantuinya ketika dia berjuang dengan sia-sia untuk mengakuisisi Gucci pada tahun 1999 dan 2000. Lalu minggu ini dia menghentak pembuat perhiasan Bulgari sebesar US$ 5,18 miliar.
  5. Larry Ellison (USA) – Rp 347 triliun, Oracle Corp. Ellison, pendiri dan CEO Oracle, dikenal dengan persaingannya dengan pembuat perangkat lunak Jerman SAP AG. Eksekutif itu akhir tahun lalu menyerang Hewlett Packard yang menurutnya tidak adil karena memecat teman lamanya Mark Hurd. Ellison kemudian mempekerjakannya. Ellison, yang memenangkan kejuaraan berlayar Piala Amerika tahun lalu, dianggap salah satu “orang lama” dari Silicon Valley.
  6. Lakshmi Mittal (India) – Rp 273 triliun, baja
  7. Amancio Ortega (Spanyol) – Rp 272 triliun, ritel
  8. Eike Batista (Brasil) – Rp 263,4 triliun, pertambangan, minyak
  9. Mukesh Ambani (India) – Rp 237 triliun, petrokimia, minyak dan gas
  10. Christy Walton & keluarga (USA) – Rp 232,7 triliun, Wal-Mart

sumber: forbes magazine

Advertisements